a IkaMitayani: Keraguan Seorang Bakul Kue

23 December, 2014

Keraguan Seorang Bakul Kue

Terhitung dalam dua minggu ini, saya mulai menitipkan kue. Soal bikin kue sih tak ada masalah. Apalagi saya sudah tahu managemen bakul kue seperti apa. Namun ada yang sering membuat saya ragu masuk ke warung atau toko.

Malu? Bukan. Bukan itu. Saya bisa menekan rasa malu dengan sugesti bahwa ini halal. Saya ingin mendapatkan penghasilan halal.

Keraguan.

Saya sering ragu ketika sudah sampai tempat yang mau dituju. Awalnya karena saya langganan disitu, tak jadi soal. Lain ceritanya ketika kita belum mengenalnya.

Saya ragu masuk tidak ya. Saya berhasil menekan keraguan ini dengan segera masuk. Tak peduli berapa pasang mata melihat.

Hari ini saya ragu lagi, saat membawa kue pie susu, saya belum sempat membuat brownis. Saya ragu untuk berhenti. Kan, stok kemarin lumayan banyak, di warung makan ini. Akhirnya saya terus melaju bersama anak-anak. Padahal warung kala itu sedang ramai sekali.

Harusnya keraguan itu tidak ada. Seharusnya....

No comments:

Post a Comment